kunjungan kerja hari kedua jokowi di kampung melayu

Jokowi dari Angkat Gong SBY

Hingga Sorak Sorai di Kampung

Melayu

 

Jokowi di Kampung Melayu

Jakarta Masih sangat banyak cerita dari Gubernur DKI yang baru terpilih Joko Widodo di hari keduanya memerintah. Mulai dari mengangkat gong yang akan dipukul Presiden SBY hingga inspeksi mendadak ke Terminal Kampung Melayu yang mendapat sambutan meriah warga. Masalah mobil dan rumah dinasnya pun tak lepas dari sorotan.

Pagi-pagi sekali, pukul 07.30 WIB, Jokowi sudah sampai di kantornya di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Di kantornya, Jokowi sempat melayani beberapa pertanyaan wartawan mengenai transportasi Mass Rapid Transit (MRT) dan monorel.

“Saya ingin presentasi semuanya. MRT, saya presentasi dulu seperti apa, kalau sudah oke, kalkulasi perhitungan oke, jalan monorel juga sama. Monorel kan berhenti, presentasi lagi. Kalau kalkulasi oke, rencana makro oke ya jalan. Jangan rumit-rumitlah, masalah sederhana jangan dirumitin,” kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini juga mengungkapkan alasannya mengapa selalu mengajak para kepala dinas dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam kunjungannya ke lapangan selama 2 hari ini.

“Saya hanya ingin memberikan pada dinas sebuah pesan bahwa menguasai lapangan itu perlu. Menguasai medan dan masalah itu perlu. Mendengarkan keluhan masyrakat langsung itu perlu,” tutur dia.

Jokowi kemudian menuju ke acara pembukaan Trade Expo Indonesia ke-27 di Hall D2 JIExpo Kemayoran, mendampingi Presiden SBY. Usai SBY pidato dan dipersilakan MC membuka pameran dengan memukul gong, tiba-tiba Jokowi spontan mengangkat gong dan memindahkannya ke posisi yang pas. Saat memindahkan gong, Jokowi dibantu Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan.

Jokowi semula memegang tiang gong di bagian tengah, lalu berpindah ke sisi pinggir. Dia melakukannya sembari tersenyum lebar. Gita Wirjawan yang berbadan tinggi besar juga memegang gantungan gong di posisi lainnya. Gong ini digeser agak ke belakang.

Aksi Jokowi dan Gita ini membuat Presiden SBY tertawa kecil. Dia menunjuk “ulah” keduanya dengan tangan kanannya yang membawa alat pemukul. Para hadirin tentu tak ketinggalan tertawa melihat aksi “turun tangan” kedua pejabat tersebut. Setelah posisi gong pas, SBY pun memukulnya.

“Itu refleks saja,” kata Jokowi singkat ketika ditanya aksinya di atas panggung.

Di kawasan JIExpo ini pula SBY menyampaikan pesan pada Jokowi tentang Jakarta. “SBY memberikan dua arahan, yang pertama mengenai kebersihan kota dan kedua kawasan kumuh. Kawasan kumuh menyangkut kerapihan kota agar digarap secara maksimal, secara benar,” ujar Jokowi.

Sepulang dari Kemayoran, Jokowi yang awalnya dijadwalkan ke Terminal Pulogadung malah membelok mendadak ke Terminal Kampung Melayu. Masyarakat tak menyana ada Jokowi di terminal kecil itu. Mereka pun bersorak-sorai dan bertepuk tangan. “Jokowi…Jokowi!” pekik para rakyat kecil. Mereka berebutan mendekati, menyalami dan mengambil foto idola mereka itu.

Jokowi lantas melihat-lihat angkutan kota yang ada dari mikrolet, bus Kopaja hingga Metromini. Geleng-geleng kepala. Itulah reaksi Jokowi yang melihat kondisi angkutan kota di Jakarta.

“Ini keputusan lapangan. Tadi Kopaja tadi, usia 15 tahun, 30 tahun gimana. Peremajaan, rem nggak kelihatan, spedometernya,” kata Jokowi.

Jokowi pun mewanti-wanti Kepala Dinas Perhubungan agar bisa membangun sistem baru. Kopaja, angkutan umum harus dibenahi. Dan yang penting ada kontrol ketat kepada sopir Kopaja.

“Seperti tadi, disiapin uniform tapi nggak pernah dipakai, ditembakin ke orang lain. Pemerintah harus tegas tapi tetap memberikan sesuatu pada mereka,” jelasnya.

Jokowi dalam tinjauan lapangan itu pun mengambil kesimpulan perlunya perbaikan sistem sesegera mungkin. “Banyak, banyak, banyak, banyak sekali yang harus diperbaiki. Diubah, dirumuskan sehingga nanti ketemu sistem yang benar,” tuturnya.

Jokowi juga sempat meninjau halte busway di Terminal Kampung Melayu, yang menyatu dengan terminal. Para calon penumpang bus TransJ yang berada di halte berebutan menyalami Jokowi. Jokowi bahkan tak ragu meloncat naik ke atas pintu turun-naik penumpang di halte bus TransJ. Padahal ketinggian pintu keluar-masuk itu 1,5 meter dari atas tanah. Tapi dengan lincah ditunjang tubuhnya yang langsing, Jokowi dengan mudah memanjat pintu halte.

Setelah seharian keliling, Jokowi malah tidak jadi ke Terminal Pulogadung yang sudah dijadwalkan.

“Ya tadi di mobil sudah ngomong dengan kepala dinasnya (Dishub), saya lihat sudah cukuplah. Ngapain ke Pulogadung, sama saja kondisi macetnya,” kata Jokowi setibanya di Balai Kota.

Jokowi mengaku sudah mengetahui kondisi kemacetan di Pulogadung. “Saya juga tiap hari ke sana (Pulogadung),” ujarnya.

Apakah Jokowi merasa lelah? “Wajah ku capek ndak?” jawab Jokowi.

Jokowi mengatakan menjadi gubernur adalah sebuah tanggung jawab. “Saya ndak mau mikir ke situ, nanti malah tambah capek,” katanya.

Jokowi belum pulang ke rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Menteng, karena rumah itu masih direnovasi. Untuk sementara, Jokowi tinggal di rumah sahabatnya di Rumah Saya, di Gang Arab, Pejaten, Pasar Minggu. Mobil dinasnya juga sedang digarap siswa-siswa SMK di Solo. Mobil Esemka sebagai mobil dinas Jokowi itu ‘hanya’ senilai Rp 130 juta.

Bahkan, meski sudah malam, Jokowi mengatakan masih ada tugas yang harus segera dirampungkan. “Nanti kita masih main lagi, mau ngurus untuk RAPBD 2013. Harus rampung hari Senin (22/10). Jangan mikir capek,” ucap sarjana kehutanan UGM berusia 51 tahun ini.

9 thoughts on “kunjungan kerja hari kedua jokowi di kampung melayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s